Sabtu, 28 Februari 2015

Tinta Cerita freAKtion

freAKtion (freak Analis Kesehatan In Action), adalah rumah kedua bagiku. Beranggotakan 21 orang, dengan 4 laki-laki dan 17 perempuan. Semua pikiran-pikiran unik, serta gaya selengekan yang amat kental, membuatku tak merasa bosan berada di dekat mereka. :) Semua karakter serta style bertumpah ruah di kelas ini. Kejadian yang mengocok perut juga sering sekali terjadi. Tidak di kelas, tidak di laboraturium saat kita praktek, 'dagelan' mereka tetap sama, mampu membuat semuanya tertawa. Hihihi..

Saat istirahat, pasti ada ritual yang dilakukan, yakni wisata kuliner. Setiap ada yang membawa bekal ato 'bontot', disitulah semuanya beraksi. Mencicipi satu persatu makanan yang mereka bawa. Ada yang membawa nasi goreng, pecel lauk peyek, bumbu bali, bothokan, mie goreng, bubur ayam, bahkan nasi kuning pun ada. Tak jarang pula yang membawa bekal hanya kebagian separuh dari yang dibawanya. Hehehehe... :D

Saat sedang asyik-asyiknya makan, ehh ada aja yang nyempet-nyempetin waktu buat motret tiap kejadian. Siapa lagi kalau bukan si Nikmatul Choiriah (NiCho). Penggemar Super Junior ini ternyata juga gemar mengabadikan setiap moment. Dia adalah si 'secret camera'nya AK. Semua kejadian lucu dan unik tak pernah terlewatkan ia abadikan. Mulai dari anak yang makan, tidur, praktek, sampai saat ada yang jatuh di wastafel pun ia potret. Ampunn dahhh...



Saat si NiCho sedang asyik-asyiknya motret, pasti ada aja yang jailin. Trio Idiot, Samsul, Yusron, dan Burhan. Mereka bertiga ini tak henti-hentinya menjahili Ria. Salah satunya yang bikin saia 'kemekelen' adalah saat mereka kompak menyembunyikan buku Ria. Entah bagaimana, map si Ria yang ia letakkan di loker bawah meja, hilang dalam satu kedipan mata. Bahkan aku yang duduk di sampingnya pun tak mengetahui bagaimana prosesi hilangnya map tersebut. Mungkin tangan mereka sudah terampil dalam mengambil barang. Moga aja nggak jadi copet entar. :D Hehehehe~

Diantara member trio idiot, Ria lebih sering bergurau dengan Yusron. Setiap peristiwa hampir dilakukan bersama. *Aciyeeee* Dari masang LCD sampai tempat duduk mereka berdekatan, walaupun tak langsung disampingnya. Inilah yang membuat semuanya sigap menyomblangkan mereka. Hahahahaa... :D

Lepas dari kisah Ria dan Yusron yang alur kisahnya masih direncanakan oleh anak AK, saia akan bercerita satu kejadian lucu yang baru saja terjadi. Ini terjadi saat di laboraturium. Tanggal 27 Februari 2015, saat semua anak XI AK menjalani praktek pendalaman untuk persiapan prakerin. Di jadwal, tertera bahwa pada tanggal itu kita praktek feces. Pukul 7 tepat, semuanya sudah hadir dan menyiapkan alat-alat. Pukul 8, semua pada kelaparan karena menunggu guru produktif datang. Saat waktu luang, si Samsul tiba-tiba nyeletuk dan berkata....

Samsul : Ado, ado, yaopo rek, Mega ambek Novan iki gaanok kabare.
Aku     : hahahahaa :D Emboh gaero aku.
Mega   : -_-
Samsul : wes Meg, ndang wes. Pakdheku lho seng duwe sewoan terop ambek kuade.
Aku     : ikuloh Ce. Enakseh koncone wes nawari. Ngkok gausah nyewo uwong gawe masang terop, ben   Samsul mbek Burhan ae seng masang.
Burhan : Iyo Cece Meja Iki.
Samsul : Ngkok Meg, nek anakmu lair yo, jenengono Setya Adiyuangga.
Aku     : Hahaha.... Iyo bener, Sul. Apik yaa.
Mega   : Aduhhh... Arek" iki loh mesti.
Burhan : Hehehe... Setya Adiyuangga.
Mega   : Burhan ikiloh, kok mikirno jenenge anake koncoe. Mbok yo jengeng.e anakmu dewe pikiren.
Aku     : *mikir sejenak* Udin Agnisa.
All       : Hahahahahahahhahahahahaha.......................... :D
Samsul : Lek aku dadi gurune yo Run, tak takoni ngene. 'Nama kamu siapa? | Agnisa | Nama panjangnya? | Udin Agnisa | Kok kolu bapakmu jenengno awakmu ndukk... |
All      : Huahahahahahaha.............
Aku    : Nek Yusron iku..... Khoiriya Musawwir. Hahahahaha :D Waapikkkk
Via     : Lha iku kari siji durung. *Sambil nunjuk Sajidin*
Aku   : Mmmmm.... Dewi Nur Rosita.
Via     : Haha.. *tertawa tanpa sadar*  Lhoo,,, kok aku seh?
Aku   : Yowes pas mak :D

Kamis, 26 Februari 2015

Asyiknya Bermain Game



                “YOU WON!” Kalimat itulah yang membuat sebagian besar pecinta game atau gamers senengnya nggak ketulungan. Ya, dunia game kini mula mendarah daging di masyarakat khususnya anak-anak dan remaja. Animasi serta efek game yang dahsyat, membuat penggunanya sulit untuk melepasnya. Tak hanya itu, rintangan serta monster-monsternya juga membuat para pemain terpacu adrenalinnya. Mereka akan memencet tombol apa saja demi mengalahkan monster tersebut. Tak jarang pula mereka googling hanya untuk mengetahui kunci yang digunakan untuk mematikan lawan.

Salah satu menu game pada PSP

Keduanya (mulai dari kiri : Irfan, Bachtiar) serius memainkan game

                Koin-koin emas juga mereka kumpulkan untuk membeli atribut tokoh yang dijalankan. Mulai dari senjata, pakaian, ataupun tempat yang akan digunakan untuk bertarung. Satu koin pun tak akan ketinggalan diambil walaupun berada dalam kobaran api sekalipun. Ya, itu semua demi misi dalam game. Kini aplikasi game dapat dijumpai di media elektronik. Misalnya saja, handphone, tablet, PSP, komputer/laptop, bahkan media online pun menyediakan layanan game gratis.

M. Irfan Ibrahim

                Wabah ‘game’ rupanya juga mulai menular ke sepupu kecilku. Muchammad Irfan Ibrahim, yang akrab di panggil Irfan, Cipan, atau Baim. Ia masih berumur 4 tahun, namun sudah pandai memainkan game. Bahkan aku pun pernah diledeknya ‘Kakak nggak iso ae.’ Buhsyett,, sebegitu bodohnya kah aku dalam bermain game?

Irfan serius bermain PSP

Laki-laki penggemar coklat dan es krim ini memang suka bermain game. Apalagi sejak ia dibelikan PSP. Kemampuan bermain gamenya mulai meningkat. Anehnya, ia bisa mengikuti prosedur dan menekan tombol yang benar. Mulai dari cara menghidupkan, memilih menu game, bermain game, sampai memenangkan game pun dia bisa. Padahal, Si Irfan masih belum merambah dunia taman kanak-kanak (TK). Otomatis, dia masih belum bisa baca. Lalu, bagaimana dia bisa tahu tombol mana yang harus dipencet? *Ini masih menjadi PR bagi saia*
Untungnya, kecintaan Irfan pada game tak membuatnya menutup diri dari lingkungan. Artinya, dia juga masih bermain dengan teman sebayanya. Jadi, game pun tak menjadikannya jauh dari dunia kecilnya. 

Senin, 02 Februari 2015

The Real Ghost

Momok paling menyeramkan dibandingkan dengan sekumpulan keluarga 'ghost' sebenarnya adalah 'kimia'. Momok ini adalah satu-satunya hantu nyata yang sering mengganggu kelangsungan hidup para belia usia remaja. Materi yang memang pada dasarnya diharuskan untuk mahir dalam berhitung serta menghafal setiap rumus kimia, menjadi terasa berat bagi sebagian siswa dengan kapasitas otak ber-ram kecil. Kondisi ini juga didukung oleh si pengajar yang killer. Bayangkan saja, baru menyebut mapel nya saja rasanya otak ini sudah 'njindel', bagaimana nanti bila di 'cekoki' materi segambreng? Tak terbayang ruwetnya saraf-sarafku untuk mentransfer data yang diterima melalui indra pendengaran dan pengelihatan untuk disimpan dalam memori jangka panjang.  *Ohhh* Belum lagi etika si pengajar dalam menyampaikan materi yang cukup membosankan. Masuk dengan wajah kusut - duduk - mengambil laptop dan menyiapkan proyektor - menerangkan beratus-ratus slide - diberi contoh soal (tanpa mengetahui apakah muridnya paham) - dekte soal - dikasih oleh oleh (PR). *Curhat. Ehh* Tak ayal jika siswa hanya merespon dengan menguap serta menganggukkan kepala dengan terpaksa. Lalu, bagaimana cara mengatasi problematika yang marak di kalangan remaja setingkat SMA?

Sebenarnya, semua mata pelajaran itu akan tampak membosankan, melelahkan, bahkan dengan mapel yang kita sukai sekalipun. Karena, mana ada sih orang apalagi remaja yang mau dan dengan ikhlas merumitkan dirinya dengan pelajaran-pelajaran yang hanya menjadi penghalang untuk kesenangannya? Ya, mungkin ada tapi perbandingannya hanya 1 : 1000.000. *Ya, semoga saya termasuk di perbandingan 1* Namun, semua itu akan lenyap oleh proses belajar di dalam kelas. Kelas yang kondusif akan menciptakan suasana belajar yang nyaman serta asyik untuk siswa. Tak perlu kelas mewah berukuran 1 hektar dengan meja dari emas serta tinta perak. Hanya dengan tersenyum dan lebih komunikatif. Hanya itu sebenarnya. Tak menuntut 'muluk-muluk' , cukup mengerti peserta didik dan menjadikan mereka sebagai 'teman' untuk belajar.

Sisi lain dari kimia yang bisa menarik siswa salah satunya adalah dengan eksperimennya. Sebab apa? Kimia itu ilmu sihir, sulap, magic, dsb. Kita dapat mencampurkan bahan satu dengan bahan yang lain, mengocoknya, dan memberikan sedikit sentuhan tangan, lalu taraaa.... Jadilah warna baru. Itu adalah salah satu trik magic tanpa bertentangan dengan hukum kimia. Apalagi kalau sampai terjadi semburan gas, air yang meletup-letup. Huaa, pasti akan lebih menarik untuk dipelajari. ^_^