Kamis, 26 Februari 2015

Asyiknya Bermain Game



                “YOU WON!” Kalimat itulah yang membuat sebagian besar pecinta game atau gamers senengnya nggak ketulungan. Ya, dunia game kini mula mendarah daging di masyarakat khususnya anak-anak dan remaja. Animasi serta efek game yang dahsyat, membuat penggunanya sulit untuk melepasnya. Tak hanya itu, rintangan serta monster-monsternya juga membuat para pemain terpacu adrenalinnya. Mereka akan memencet tombol apa saja demi mengalahkan monster tersebut. Tak jarang pula mereka googling hanya untuk mengetahui kunci yang digunakan untuk mematikan lawan.

Salah satu menu game pada PSP

Keduanya (mulai dari kiri : Irfan, Bachtiar) serius memainkan game

                Koin-koin emas juga mereka kumpulkan untuk membeli atribut tokoh yang dijalankan. Mulai dari senjata, pakaian, ataupun tempat yang akan digunakan untuk bertarung. Satu koin pun tak akan ketinggalan diambil walaupun berada dalam kobaran api sekalipun. Ya, itu semua demi misi dalam game. Kini aplikasi game dapat dijumpai di media elektronik. Misalnya saja, handphone, tablet, PSP, komputer/laptop, bahkan media online pun menyediakan layanan game gratis.

M. Irfan Ibrahim

                Wabah ‘game’ rupanya juga mulai menular ke sepupu kecilku. Muchammad Irfan Ibrahim, yang akrab di panggil Irfan, Cipan, atau Baim. Ia masih berumur 4 tahun, namun sudah pandai memainkan game. Bahkan aku pun pernah diledeknya ‘Kakak nggak iso ae.’ Buhsyett,, sebegitu bodohnya kah aku dalam bermain game?

Irfan serius bermain PSP

Laki-laki penggemar coklat dan es krim ini memang suka bermain game. Apalagi sejak ia dibelikan PSP. Kemampuan bermain gamenya mulai meningkat. Anehnya, ia bisa mengikuti prosedur dan menekan tombol yang benar. Mulai dari cara menghidupkan, memilih menu game, bermain game, sampai memenangkan game pun dia bisa. Padahal, Si Irfan masih belum merambah dunia taman kanak-kanak (TK). Otomatis, dia masih belum bisa baca. Lalu, bagaimana dia bisa tahu tombol mana yang harus dipencet? *Ini masih menjadi PR bagi saia*
Untungnya, kecintaan Irfan pada game tak membuatnya menutup diri dari lingkungan. Artinya, dia juga masih bermain dengan teman sebayanya. Jadi, game pun tak menjadikannya jauh dari dunia kecilnya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar