“YOU
WON!” Kalimat itulah yang membuat sebagian besar pecinta game atau gamers
senengnya nggak ketulungan. Ya, dunia game kini mula mendarah daging di
masyarakat khususnya anak-anak dan remaja. Animasi serta efek game yang
dahsyat, membuat penggunanya sulit untuk melepasnya. Tak hanya itu, rintangan
serta monster-monsternya juga membuat para pemain terpacu adrenalinnya. Mereka
akan memencet tombol apa saja demi mengalahkan monster tersebut. Tak jarang
pula mereka googling hanya untuk mengetahui kunci yang digunakan untuk
mematikan lawan.
Salah satu menu game pada PSP
Keduanya (mulai dari kiri : Irfan, Bachtiar) serius memainkan game
Koin-koin
emas juga mereka kumpulkan untuk membeli atribut tokoh yang dijalankan. Mulai
dari senjata, pakaian, ataupun tempat yang akan digunakan untuk bertarung. Satu
koin pun tak akan ketinggalan diambil walaupun berada dalam kobaran api
sekalipun. Ya, itu semua demi misi dalam game. Kini aplikasi game dapat
dijumpai di media elektronik. Misalnya saja, handphone, tablet, PSP,
komputer/laptop, bahkan media online pun menyediakan layanan game gratis.
M. Irfan Ibrahim
Wabah
‘game’ rupanya juga mulai menular ke sepupu kecilku. Muchammad Irfan Ibrahim,
yang akrab di panggil Irfan, Cipan, atau Baim. Ia masih berumur 4 tahun, namun
sudah pandai memainkan game. Bahkan aku pun pernah diledeknya ‘Kakak nggak iso ae.’ Buhsyett,, sebegitu
bodohnya kah aku dalam bermain game?
Irfan serius bermain PSP
Laki-laki penggemar
coklat dan es krim ini memang suka bermain game. Apalagi sejak ia dibelikan
PSP. Kemampuan bermain gamenya mulai meningkat. Anehnya, ia bisa mengikuti
prosedur dan menekan tombol yang benar. Mulai dari cara menghidupkan, memilih
menu game, bermain game, sampai memenangkan game pun dia bisa. Padahal, Si Irfan
masih belum merambah dunia taman kanak-kanak (TK). Otomatis, dia masih belum
bisa baca. Lalu, bagaimana dia bisa tahu tombol mana yang harus dipencet? *Ini
masih menjadi PR bagi saia*
Untungnya,
kecintaan Irfan pada game tak membuatnya menutup diri dari lingkungan. Artinya,
dia juga masih bermain dengan teman sebayanya. Jadi, game pun tak menjadikannya
jauh dari dunia kecilnya.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar