Selalu ada tawa disela-sela kesibukan.. :)
Hidup perlu diperjuangkan. Karena kita hidup pun karena buah dari perjuangan. Memperjuangkan sesuatu yang patut diperjuangkan.
Senin, 03 November 2014
Sabtu, 20 September 2014
The Deaf Frog
Alkisah di negeri katak diadakan
sebuah sayembara. Barang siapa mampu memanjat
sebuah menara yang tinggi di tengah kota akan mendapatkan sekantong uang
emas. Semua katak muda di negeri itu bersemangat untuk memenangkan sayembara,
termasuk katak kecil yang hidup di pinggiran negeri itu. Begitu si katak kecil
datang ke perlombaan, semua katak tertawa mengejek. Apalagi saingannya adalah
katak bertubuh kekar, sedangkan ia amatlah kurus. Namun, si katak kecil hanya
tersenyum dan membulatkan tekad untuk mengikuti sayembara itu
Akhirnya perlombaan dimulai. Baru
beberapa meter menanjak, beberapa katak jatuh. Katak yang lain memerhatikan
katak yang jatuh tadi dengan pandangan ngeri. Mereka baru sadar, bahwa
kemampuan mereka sebagai katak adalah melompat bukan memanjat. Satu persatu
katak jatuh, dan hanya tersisa 3 katak, termasuk katak kecil itu.
“Puncak menara itu sangat tinggi.
Mustahil kalian dapat mencapainya”, teriak penonton. Katak yang telah jatuh pun
ikut berteriak “dari ketinggian 3 meter saja badanku sudah sakit semua, apalagi
dari ketinggian 15 meter. Pasti tulang-tulangmu remuk!” Seekor katak yang masih
memanjat mulai khawatir. Ketika melongok ke bawah, ia sadar ternyata memang
tinggi sekali menara itu. Akhirnya ia pun mengundurkan diri.
Tinggal dua katak yang masih
bertahan, termasuk si katak kecil. “Hati-hati, di atas sana licin, kamu pasti
terpeleset”, lagi-lagi teriakan penonton. Teriakan tersebut membuat saingan si
katak kecil berpikir “licin? Aduh, bagaimana kalau aku jatuh nanti?”. Akhirnya
saingan si katak kecil mengundurkan diri.
Tinggal katak kecil seorang diri.
“Katak kecil, di atas licin, kamu pasti jatuh”, suara lain menimpali “iya
menyerah saja. Angin di atas berhembus sangat kencang, kamu pasti terbang
terbawa angin”. Katak kecil tak peduli dan terus saja memanjat. Dan, hap, katak
kecil sampai di menara tersebut. Suara penonton mulai menyorakinya “Ya
Tuhan...... ia berhasil”. Saat katak kecil turun, penonton mengerubunginya dan
bertanya-tanya bagaimana bisa ia berhasil. Ketika katak kecil diam saja, ibu
katak kecil ini berkata “Katak kecil ini tuli. Ia bisa sampai di puncak karena
tidak mendengar ucapan-ucapan kalian yang melemahkan semangatnya. Ia bisa terus
memanjat karena ia hanya mendengarkan suara hatinya dan konsisten pada tujuan
yang ingin dicapainya”.
Insight : cerita di atas
menginspirasi bahwa dalam setiap perjalanan kita meraih impian, akan selalu ada
orang-orang di sekitar kita yang mencemooh, mencela, bahkan secara langsung
mencegah kita meraih impian. Mungkin tujuan mereka baik, misalnya tidak ingin
kita mengalami kesengsaraan atau kegagalan. Namun ada juga yang sengaja
mencegah kita meraih impian, karena dalam hatinya ada rasa iri jika ada orang
lain yang lebih berhasil dibandng mereka. Orang-orang iri tersebut pada
dasarnya puas dengan kondisi mereka dan tidak mau berusaha untuk lebih baik
lagi.
Jumat, 19 September 2014
Fakta Dibalik "Kingkong"
Fakta
Dibalik “Kingkong”
Kingkong.
Mungkin semua masyarakat sudah tahu dan mengenal hewan bertubuh besar sebangsa kera ini. K epopulerannya semakin
melesat setelah kera besar ini menjadi tokoh utama pada film ‘Kingkong’. Tak dipungkiri, film itu berhasil menyedot
berjuta pasang mata di seluruh penjuru dunia. Melihat fenomena tersebut, Bapak
I Ngurah Putu Sudelta memiliki pemikiran untuk membangun tempat pariwisata
dengan ikon utamanya kingkong. Dengan segala pertimbangan dan pemikiran, akhirnya beliau memutuskan
untuk membangun rekreasi keluarga “Kolam Renang Kingkong.”
“Menurut
saya, kolam renang di Pandaan sudah terlalu banyak. Ada sekitar 6 kolam renang
yang saya tahu. Karangjati, Sangar, Durensewu, Sebani I, Sebani II, dan Kurma
Asri.” Ujar lelaki 68 tahun itu. “Tetapi, keenamnya memiliki akses jalan yang
kurang strategis. Kita harus masuk melewati perkampungan dengan jalan minim.
Mobil pun juga akan kesulitan kalau harus melewati jalan sempit.” Lanjutnya.
Berbicara
soal kingkong, Bapak Ngurah ternyata memiliki beberapa alasan mengapa makhluk
besar ini dijadikan sebagai simbol usahanya. Menurutnya, kingkong sudah tak
asing lagi didengar oleh telinga
masyarakat. Anak kecil pun langsung berteriak ‘kingkong’ saat melihat patung
besar di pinggir jalan. Selain itu, film ‘Kingkong’ yang ditayangkan di televisi bertepatan
dengan Hari Raya Nyepi yang identik dengan ogok-ogok.
Menurut kepercayaan orang Hindu, ogok-ogok
diibaratkan sebagai sesuatu yang menakutkan atau sebagai simbol kejahatan.
Jadi, sebelum Nyepi, ogok-ogok
tersebut harus dimusnahkan terlebih dahulu. Untuk memusnahkan ogok-ogok diperlukan makhluk besar
perkasa. Itulah yang membuat Bapak Ngurah mantap untuk memilih kingkong sebagai ikon
di kolam renangnya.
Selain
ikon kingkong yang menarik, kolam renang ini memiliki sesuatu yang ditonjolkan
dan dapat langsung dirasakan oleh pengunjung. Hal itu adalah kebersihannya. Memang, masyarakat
menghendaki kebersihan di setiap tempat
pariwisata. Tapi, tak semua tempat dapat menyediakan kenyamanan tersebut.
| Simbol Kingkong yang ada di depan pintu masuk
Kolam Renang Kingkong dikeonsep dengan tujuan untuk menghibur anak-anak teruatama usia dibawah 12 tahun. Aksesoris serta patung yang terpajang diluar merupakan lengseran dari restoran Puri Manyar yang pernah digelutinya.
Saya bersama narasumber, Bapak I Ngurah Putu Sudelta
|
|||
Selasa, 02 September 2014
Keledai dan Sumur
Alkisah ada seekor keledai milik
seorang petani yang jatuh terperosok ke dalam sumur. Hewan itu menangis pilu
berjam-jam, sementara si penati memikirkan apa yang harus dilakukan. Akhirnya,
ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur tersebut harus ditimbun
karena berbahaya. Kemudian si petani
mengajak para warga untuk membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai menimbun
sumur itu. Mulanya, ketika si kedelai menyadari apa yang terjadi, ia menangis
ketakutan akan kematian yang akan menghampirinya. Namun lama-lama, si keledai
diam dan tenang daripada sebelumnya. Setelah beberapa sekop tanah dituangkan ke
dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang dengan apa yang
dilihatnya.
Ternyata keledai itu
mengguncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun kebawah, lalu
menaiki tanah itu. Sementara warga terus menuangkan tanah ke atas punggung
hewan itu, keledai pun juga terus mengguncangkan tubuhnya dan melangkah naik.
Saat tanah sudah hampir memenuhi sumur, si keledai meloncati tepi sumur lalu
berlari bebas penuh kesenangan.
Kawan, layaknya keledai tersebut
kita merasakan bahwa kehidupan terus saja menuangkan tanah (masalah) kepada
kita. Namun hanya ada satu cara untuk keluar dari ‘sumur’ kesedihan itu. Yaitu
dengan mengguncangkan tanah dari diri kita dan melangkah naik dari ‘sumur’
dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan.
Setiap masalah merupakan batu
pijakan untuk melangkah. Kita dapat keluar dari ‘sumur’ yang terdalam dengan
terus berjuang, jangan pernah menyerah!
Ingatlah aturan sederhana tentang kebahagiaan :
1.
Bebaskan dirimu dari kebencian
2.
Bebaskanlah pikiranmu dari kecemasan
3.
Hiduplah sederhana
4.
Berilah lebih banyak
5.
Tersenyumlah
6.
Miliki teman yang bisa membuat engkau tersenyum
Jumat, 07 Februari 2014
Guru, Murid. Manakah yang Lebih Pintar?
Pintar, kata yang menggambarkan
tentang kecerdasan seseorang dalam menguasai bidang studi atau pun hal lain.
Pintar ini identik dengan kemampuan seseorang yang lebih menonjol dibandingkan dengan
orang lain. Tak sedikit orang yang menganggap dirinya pintar dalam suatu
bidang. Kita ambil contoh yang paling mudah, yaitu guru. Guru adalah seorang
pendidik yang mengajarkan ilmu dalam bidang yang berbeda-beda sesuai dengan
keahliannya masing-masing. Guru yang ahli dalam bidang matematika, pasti akan
mengajar matematika, tidak mungkin kalau mengajar IPS. Begitupun dengan
guru-guru yang lain.
Di
dalam lingkup sekolah, ada banyak sekali materi pelajaran yang harus dikuasai
oleh siswa. Hampir 11 mata pelajaran dijejalkan
kedalam otak murid. Mulai dari pelajaran enteng
sampai pelajaran yang berat semua harus masuk ke otak. Tak jarang guru
mengeluh karena nilai murid yang anjlok. Mereka terkadang jengkel dan sedikit
meluapkan emosi kepada si murid. Masih baik kalau murid tersebut menanggapi
kemarahan gurunya dengan positif dan membuatnya semakin rajin belajar. Yang
buruk, saat murid tersebut malah lebih jengkel dan sebal kepada guru yang
memarahinya dan membuatnya semakin malas untuk mendalami pelajaran tersebut.
Kalau sudah begini siapa yang harus disalahkan? Guru atau kah murid?
Dalam
hal ini tak ada pihak yang salah. Murid dan guru hanya terperangkap dalam
situasi yang kurang baik dan dibarengi dengan emosi yang tidak stabil. Itulah yang
membuat kedua pihak saling “berseteru batin” satu sama lain. Keadaan seperti
ini tidak baik jika terus dibiarkan. Karena dapat membuat murid lebih malas
belajar dan guru pun malas untuk mengajar karena muridnya selalu tidak
mengerti. Maka sebaiknya permasalahan tersebut dibicarakan dengan baik. Duduk
dengan tenang dan saling mengutarakan pikiran yang selama ini menjadi beban. Insyaallah dengan begitu komunikasi
antara guru dan murid akan lebih terjaga.
Disamping itu, kadang terlintas dalam
pikiran kita sebenarnya siapa sih yang pintar? Guru atau murid? Pasti banyak
diantara kita akan memilih guru lah yang lebih pintar dari murid. Tentu, karena
guru yang mengajarkan kita berbagai hal. Dari yang tidak tahu menjadi tahu.
Dari yang tidak bisa menjadi bisa. Namun, pernahkah kita memikirkan bahwa guru hanya
mengajarkan 1 materi yang ia kuasai dan belum tentu menguasai materi yang
lain. Sedangkan murid mampu memasukkan
beberapa materi kedalam otaknya. Walau tak semua materi bisa dihafal. Tapi,
bagaimana dengan anak yang menjadi juara kelas? Bukankah nilai anak tersebut
lebih tinggi dibanding anak-anak lain? Dan bukankah itu berarti kalau anak
tersebut manguasai dengan baik materi yang disampaikan guru? Kalau sudah
tercetus realita seacam itu, akan terulang pula pertanyaan ini “Guru, murid.
Siapakah yang Lebih Pintar?” Jawaban itu tergantung pada diri kita
masing-masing, bagaimana menanggapi akan hal tersebut. Jadi, semua jawaban
tergantung pada penglihatan kita.
NB : tulisan ini tidak bermaksud
untuk menyinggung atau memihak pada siapun. Ini hanyalah karangan yang dibuat
oleh saya (pelajar) yang memiliki pertanyaan sangat luas tentang dunia
pendidikan. Jadi, saya mohon untuk menanggapi tulisan ini dengan positif.
Terima kasih.
Kamis, 06 Februari 2014
Vespa Sang Kyai
Menjalani
hari-hari sebagai ketua KDI di organisasi IPM, adalah suatu kebanggan untuk siswa
satu ini. Muhammad Sajidin Nur, salah satu murid SMK yang memiliki potensi
besar dalam dakwah dan menulis. Memiliki aktivitas banyak tentu memerlukan
kendaraan untuk berwira-wiri dari satu tempat ke tempat lain. Itulah yang
membuat siswa bertubuh semampai dengan kulit eksotis alias sawo matang ini
memutuskan untuk membawa kendaraan bermotor roda 2 keluaran tahun 60-an. Sajidin
membawa vespa berwarna hitam dengan bunyi “nggreng
nggreng.. otok otok” . Dengan vespa
hitam kesayangannya itulah Sajidin menyusuri jalan yang padat dengan asap dan
debu.
Seolah
tak perduli dengan kicauan orang-orang, Sajidin tidak malu untuk membawa
vespanya ke sekolah. Ia percaya diri, bangga, karena memiliki vespa yang
sejatinya adalah barang antik dan tak semua orang memilikinya. Tak jarang vespa
Sajidin sedikit macet ketika dipakai dijalanan yang sedikit menanjak. Sehingga
perlu bantuan salah seorang guru untuk mengendarainya.
Lepas
dari itu semua, Sajidin juga sering menorehkan namanya pada sebuah Piagam atau
Sertifikat karena prestasinya. Ia pernah menjadi juara 1 lomba Jurnalistik
se-Jawa Timur, menjadi juara 2 di kelas, mengikuti lomba blog nasional,
mengikuti lomba baca Al-Qur’an, dll. Ia juga merupakan seorang pemimpin di
beberapa organisasi, seperti Ketua KDI (Kajian Dakwah Islam) di IPM (Ikatan
Pelajar Muhammadiyah) tingkat Cabang dan Ranting, menjadi wakil ketua kelas,
dll.
Usut
punya usut, ternyata tak hanya Sajidin saja yang pernah memakai vespa. Salah
satu guru (sebut saja Si Profesor) ternyata pernah memiliki vespa. Vespa
tersebut merupakan saksi bisu perjalanannya menitih pendidikan S1 psikologi.
Bisa dibayangkan, anak kuliahan memakai vespa, itu merupakan hal aneh yang tak
semua orang bisa lakukan. Namun, apakah hanya karena vespa, Si Profesor tak
bisa merampungkan S1 nya? Tidak! Profesor bisa menyelesaikan S1 nya dengan
baik. Malah sekarang sudah menjadi Master dan rencananya akan melanjutkan studi
S3.
Sosok
vespa yang dianggap sebelah mata oleh sebagian orang, ternyata memiliki saksi
sejarah bagi orang-orang tertentu. Contohnya seperti Sajidin dan Si Profesor. Mereka
menomor satukan pendidikan dan mekesampingkan apa kata orang. Mereka tak peduli
orang mau ngomong apa, terserah. Yang penting saya bisa, saya berprestasi,
memiliki pendidikan tinggi, dan menjadi orang yang selalu baru untuk kehidupan
yang baru.
Selasa, 04 Februari 2014
UPAYA
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI USAHA BUBUT
DI
UD. KARYA SANTOSA
DESA TAWANGREJO
KECAMATAN
PANDAAN KABUPATEN PASURUAN
Karya
Tulis Ilmiah
Oleh :
Aruni Amalia Syarifah
SMK
MUHAMMADIYAH PANDAAN
KOMPETENSI
KEAHLIAN ANALIS KESEHATAN
2013
BAB
I
PENDAHULUAN
Permasalahan tentang pengangguran merupakan permasalahan yang tampaknya sudah
mendarah daging bagi masyarakat Indonesia. Ini dikarenakan masalah pengangguran
sendiri dari hari ke hari semakin meningkat sejak masa krisis global yang
melanda Indonesia yang menyebabkan banyak perusahaan ‘gulung tikar’ dan
memutuskan untuk mengurangi sejumlah karyawannya.
Permasalahan pengangguran juga merupakan permasalahan yang cukup serius
bagi banyak negara di dunia, bahkan hampir semua negara mengalami permasalahan
tentang pengangguran. Menjadi seorang pengangguran sendiri dapat mengakibatkan
banyak hal negatif bagi seseorang, baik dalam dirinya sendiri maupun di
dalam kelompok sosialnya.
Seseorang yang menganggur akan cenderung mengalami depresi dalam dirinya
karena tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya akibat dari keadaan keuangan
yang tidak memungkinkan. Seorang pengangguran cenderung melakukan hal yang
negatif yaitu melakukan tindakan kriminalitas seperti mencuri, menjambret,
menipu, dan lain sebagainya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Ekonomi
Kreatif dalam hubungannya dengan Industri Kreatif adalah kegiatan ekonomi yang
mencakup industri dengan kreativitas sumber daya manusia sebagai aset utama
untuk menciptakan nilai tambah ekonomi. Ekonomi Kreatif akan menjadi trend ekonomi dunia dalam
beberapa tahun mendatang. Sebagaimana yang dilansir pada PU-net (15 September
2013) Stagnasi pertumbuhan ekonomi dan degradasi lingkungan yang semakin
mengkhawatirkan, mendorong seluruh dunia untuk lebih mengedepankan kreativitas
dalam berkehidupan ekonomi yang memaksimalkan nilai tambah dari suatu produk
barang dan jasa dalam rangka keberlanjutan kehidupan dan peradaban manusia. Indonesia dengan berbagai potensi
yang dimiliki harus mempersiapkan diri menghadapi perubahan trend ekonomi dunia
tersebut. Untuk itu, Pemerintah melalui intruksi Presiden No. 6 Tahun 2009
(Inpres 6/2009) tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif telah mencoba
mempersiapkan diri dengan mengkoordinir seluruh struktur pemerintahan yang ada
untuk secara bersama-sama menyusun dan melaksanakan rencana aksi pengembangan
ekonomi kreatif Indonesia.
Saat ini angka kemiskinan dan
pengangguran di Kabupaten Pasuruan semakin banyak. Hampir semua perusahaan yang
sudah lama menjalankan produksinya pada akhirnya berhenti beroperasi karena
mengalami ketidakseimbangan antara pemasukan dengan biaya pengeluaran. Oleh
karena itu, banyak perusahaan yang pada akhirnya melakukan Pemutusan Hubungan
Kerja (PHK) kepada karyawan. Hal itu semakin memperburuk keadaan ekonomi kerakyatan
di Indonesia khususnya di Kabupaten Pasuruan.
Meningkatnya angka pengangguran di Pasuruan mengindikasikan menipisnya angka
kemampuan dan penurunan daya beli yang dimiliki masyarakat. Padahal, di Pasuruan sedikitnya
1.300 macam perusahaan asing dan lokal serta ribuan usaha kecil menengah (UKM)
berdiri berdampingan (www.jurnalnusantara.blogspot, Angka kemiskinan yang selalu dijawab turun, 19 Agustus 2010). Maka
dalam kasus ini sangat tepat ketika ekonomi kreatif mulai disosialisasikan
melalui berbagai program yang berkelanjutan dan menghasilkan industri kreatif
yang nyata.
Data BPS tahun 2011 menyebutkan bahwa
angka pengangguran di Kabupaten Pasuruan mencapai 4,83 capaian Tingkat Pengangguran
Terbuka (TPT). Artinya pengangguran di Pasuruan masih relatif banyak. Sehingga
dari fakta ini pemerintah Kabupaten Pasuruan harus berupaya secara optimal untuk
menurunkan kembali angka pengangguran saat ini.
Berdasarkan uraian diatas, maka dapat
diambil rumusan masalah yaitu bagaimana upaya memberdayakan masyarakat melalui
gerakan ekonomi kreatif di Kabupaten Pasuruan ?
Dalam karya tulis akan digunakan metode
studi pustaka dari sumber buku maupun secara online. Adapun teknik penulisan menggunakan pendekatan deskriptif
eksploratif. Artinya karya tulis ini akan menyajikan gambaran secara global
terkait pengangguran di Indonesia dan mengerucut di Pasuruan. Selain itu
tulisan ini juga mengungkap upaya pemberdayaan masyarakat melalui ekonomi
kreatif. Adapun subyek penelitian adalah usaha bubut UD. Karya Santosa yang
berada di Desa Tawangrejo Pandaan Kabupaten Pasuruan.
Adapun tujuan penulisan karya tulis ini
yaitu memberikan gambaran, baik kepada pemerintah maupun masyarakat mengenai
upaya memberdayakan masyarakat melalui gerakan ekonomi kreatif guna
meningkatkan perekonomian daerah. Sedangkan manfaat dari karya tulis ini agar
menjadi referensi bagi pemerintah lokal dalam upaya memberdayakan masyarakat
menuju Pasuruan yang sejahtera, adil, dan makmur.
BAB
II
PEMBAHASAN
Ekonomi
Kreatif adalah sebuah konsep yang menempatkan kreativitas dan pengetahuan
sebagai aset utama dalam menggerakkan ekonomi. Konsep ini telah memicu
ketertarikan berbagai negara untuk melakukan kajian seputar Ekonomi Kreatif dan
menjadikan Ekonomi Kreatif model utama pengembangan ekonomi. Dalam
hal ini, usaha bubut yang ada di Desa Tawangrejo Kecamatan Pandaan Kabupaten
Pasuruan bisa disebut sebagai ekonomi kreatif karena telah memberdayakan
masyarakat sekitar sehingga sedikit mengurangi angka pengangguran.
Ekonomi
kreatif atau bisa juga disebut dengan industri kreatif, dipandang semakin
penting dalam mendukung kesejahteraan dalam perekonomian. Berbagai pihak
berpendapat bahwa kreativitas manusia adalah sumber daya ekonomi utama dan industri abad kedua puluh satu
akan tergantung pada produksi pengetahuan melalui kreativitas dan inovasi.
Salah satu Sub-sektor yang merupakan industri berbasis kreativitas di Indonesia
berdasarkan pemetaan industri kreatif yang telah dilakukan oleh Departemen
Perdagangan Republik Indonesia adalah Kerajinan. Yang dimaksud
kerajinan ialah kegiatan kreatif yang berkaitan dengan kreasi, produksi dan
distribusi produk yang dibuat dihasilkan oleh tenaga pengrajin yang berawal
dari desain awal sampai dengan proses penyelesaian produknya, antara lain
meliputi barang kerajinan yang terbuat dari: batu berharga, serat alam maupun
buatan, kulit, rotan, bambu, kayu, logam (emas, perak, tembaga, perunggu, besi)
kayu, kaca, porselin, kain, marmer, tanah liat, dan kapur. Produk kerajinan
pada umumnya hanya diproduksi dalam jumlah yang relatif kecil (bukan produksi
massal). Dalam hal ini usaha bubut UD. Karya Santosa sudah mewakili industri
kreatif yang dapat meningkatkan potensi daerah khususnya di Kabupaten Pasuruan.
Hasil interview penulis dengan Bapak
Abdullah selaku pemilik sekaligus pengelola usaha bubut “Karya Santosa” menunjukkan bahwa usaha
ini telah membantu perekonomian warga lokal guna mengurangi angka pengangguran
dan menambah kesejahteraan masyarakat. Usaha kecil ini dapat membantu
pemerintah meringankan dalam program mereduksi angka pengangguran dan mengentas
kemiskinan.
Proses perekrutan karyawan yang
dilakukan bapak Abdullah adalah dengan cara menerima semua kalangan yang mau
bekerja di sana. Tercatat mulai dari tingkatan SMK hingga yang sudah berumah
tangga bisa bekerja di situ. Hal itu sangat membantu perekonomian di Desa
Tawangrejo Pandaan. Selain meningkatkan potensi daerah, usaha ini mampu mengurangi
tingkat pengangguran. Kalau mulanya
banyak pemuda kampung yang berkeliaran tanpa pekerjaan sehingga memicu tindakan
kriminalita, kini sekarang mereka bisa beranjak dari tempat duduknya dan mulai
memfungsikan organ-organ tubuhnya untuk bisa menghasilkan perekonomia. Para
remaja yang masih duduk di bangku sekolah dahulu sepulang sekolah langsung
menancap gas sepeda motor dan berkeliaran di jalanan, sekarang sudah mulai
bekerja keras untuk membantu kedua orang tuanya. Uang yang dihasilkan dari
bekerja di usaha bubut ini dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari
tanpa mengharapkan pemberian dari orang lain. Mereka sudah tidak bergantung
sepenuhnya kepada orang tua mereka.
Dari hasil wawancara penulis dengan
Bapak Abullah selaku pemilik usaha bubut “Karya Santosa” , ia mengatakan bahwa penghasilan kotor atau omset dari penjualan besi-besi itu
dapat mencapai Rp.120.000.000,- per
bulan. Sementara jumlah produksi besi tidak dapat ditentukan secara pasti dari
sisi kuantitas karena penjualannya tergantung dengan pesanan. Usaha kecil yang
dikelola oleh keluarga ini terikat kontrak dengan PT. Yanmar. Dari omset
Rp.120.000.000,-. Usaha ini mampu mempekerjakan sebanyak 15 karyawan. Sedangkan
upah yang dibayarkan kepada karyawan rata-rata Rp.1.500.000,- per karyawan, (belum
termasuk lembur). Beban biaya listrik sebesar Rp.1.500.000,- per bulan, biaya
operasional Rp.6.000.000,- per bulan, dan pembelian material Rp.45.000.000,-.
Dari keterangan diatas, bisa kita lihat
kalau usaha bubut ini dapat menggaji sejumlah karyawan yang relatif besar. Diantara
15 karyawan, 4 orang sudah memiliki istri dan 2 anak. Artinya usaha ini sudah
bisa menghidupi 16 individu. Sedangkan untuk karyawan yang masih sekolah maupun
yang belum berkeluarga, bisa digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari (uang
saku, ditabung, dan lain-lain).
Jika usaha bubut ini mengalami
kemerosotan, bahkan kepada tingkatan berhenti beroperasi, maka sejumlah
karyawan mungkin akan kehilangan pekerjaan. Kalau terjadi demikian, perekonomian
akan semakin menurun dan berakibat pada banyaknya jumlah pengangguran. Ketika
banyak pengangguran, peluang tindakan kriminalitas juga akan terbuka lebar.
Maka tatkala usaha ini berkembang, tentu akan membutuhkan lebih banyak karyawan,
yang artinya dapat mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan sehingga pada
akhirnya mampu meningkatkan perekonomian warga lokal.
Masyarakat tidak perlu lagi berbondong-bondong
pergi ke luar negeri hanya untuk menjadi TKI/TKW demi menghidupi keluarga yang
ada di daerah asal. Melalui ekonomi
kreatif ini, masyarakat diharapkan mampu membuka usaha kecil menengah (berdasarkan
sub-sektor ekonomi kreatif) agar dapat membantu perekonomian masyarakat maupun
keluarga.
Dari usaha kecil semacam ini ternyata bisa
membantu perekonomian warga sekitar. tantangannya adalah bagaimana usaha kecil
ini dikembangkan menjadi usaha yang relatif besar dengan memperbanyak jaringan
kerja dengan instansi atau perusahaan manapun sehingga secara otomatis dapat merekrut
karyawan lokal lebih banyak lagi.
Demikian juga ketika ada salah satu
masyarakat yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi mereka yang belum
bekerja. Dalam hal ini tidak berhenti sebatas pada usaha bubut, melainkan kita
membuat usaha kerajinan yang lain (selain besi) dari bahan bekas. Kaleng bekas
yang masih bagus, kita buat menjadi celengan atau tempat pensil. Kita hanya
perlu mengecatnya dengan cat yang berwarna warni, lalu ditambahkan stiker lucu
yang dapat memikat hati anak kecil. Pendapatan dari hasil penjualan itu bisa untuk
menghidupi keluarga. Bahkan untuk membuat celengan dan tempat pensil yang perlu
kita beli hanya cat dan stiker. Jadi modal yang dikeluarkan tidak terlalu
banyak. Dan mendapatkan hasil yang luar biasa.
Oleh karena itu, program ekonomi kreatif
sangatlah perlu didukung oleh semua pihak dalam upaya meningkatkan potensi
perekonomian daerah, khususnya di Kabupaten Pasuruan.
BAB
III
KESIMPULAN
DAN REKOMENDASI
Berdasarkan pembahasan diatas, maka
dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Masyarakat
Kabupaten Pasuruan akan terbebas dari pengangguran dan kemiskinan jika pemerintah
setempat turut berpartisipasi penuh dalam upaya mewujudkan ekonomi kreatif, dalam hal ini dalam melalui usaha bubut UD. Karya Santosa.
2. Pemerintah
diharapkan mengadakan sosialisasi secara merata kepada seluruh masyarakat di
Kabupaten Pasuruan terkait program ekonomi kreatif.
3. Masyarakat diharapkan mampu menciptakan
usaha kecil apapun yang pada akhirnya dapat mengangkat perekonomian daerah, terlebih
dengan mempekerjakan warga disekitarnya.
4. Pemerintah diharapkan memberikan
bantuan modal kepada usaha-usaha kecil menengah yang sudah berdiri di Pasuruan sekaligus terus
melakukan pemantauan perkembangan usaha secara simultan agar usaha tersebut
bisa lebih berkembang.
5. Pemerintah diharapkan ikut serta
dalam mempromosikan usaha kecil menengah yang ada di Pasuruan guna memajukan
usaha yang sudah
beroperasi dan berkembang di masyarakat.
DAFTAR
PUSTAKA
1.
Situs Resmi Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
2.
Blogdetik.Com, diakses tanggal 14 September 2013.
3. Howkins,John,The Creative Economy: How People Make Money
from Ideas, Penguin.
4.
Definisi Industri Kreatif,
Indonesia Kreatif.Wikipedia Indonesia.
5. DCMS (2001), Creative Industries
Mapping Document 2001 (2 ed.), London, UK: Department of Culture, Media and
Sport.
Langganan:
Komentar (Atom)

















.jpg)

