Senin, 06 Januari 2014


Love Signal
            Pagiku kali ini berawal dari bangun yang kesiangan. Meloncat dari tempat tidur dan bergegas ke kamar mandi. Ganti baju, makan, lalu berangkat sekolah. Hatiku harap-harap cemas. Karena pagi ini ada Try Out Online di sekolah, kalau sampai telat, bisa habis aku.
            “Ma, aku berangkat yah.. Aku buru-buru nih. Keburu telat.” Ujarku sambil memakai sepatu dan masih mengunyah makanan.
            “Iya Rin. Hati-hati dijalan ya.” Sahut Bunda yang sedang ada di dapur.
            Setibanya di sekolah, aku langsung naik ke aula sambil menenteng laptop dan langsung mengambil posisi. Try Out pun dimulai. Waktu itu mapel yang diujikan adalah IPA. Baru melihat soalnya, aku langsung lemas. Bagaimana tidak? Soal pertama adalah materi Fisika. Salah satu pelajaran yang sangat aku benci. Sudah rumusnya banyak, menghitungnya rumit, belum lagi kalau harus menghafal satuannya. Karena tidak bisa, aku mengerjakan soal materi tentang Biologi. Mapel yang paling aku cintai. Sehidup semati deh pokoknya. Waktu terus berjalan, sampai akhirnya aku mati-matian ngerjain soal fisika. Keringat dingin keluar, pikiran mampet, pokoknya gak enak banget rasanya. Selesai Try out, aku kembali ke kelas dengan muka hampir mirip dengan biawak. Manyunn terus.
            “Rin? Bisa tadi fisikanya?” ucap Annisah salah satu karibku sambil menepuk pundakku.
            “Bisa apanya? Susah tau! Sampek dag dig dug duar!” sahutku dengan rasa kesal.
            “Hahaha.. Makanya, privat ke ahlinya.” Jawabnya sambil menunjuk kearahnya.
            “Iya, iya. Bakalan privat ke kamu entar. Tapi gak bayar ya.” Balasku dengan tersenyum.
            “Ini yang merugikan saya. Tapi, gak papalah. Untuk sahabatku satu ini, aku ikhlas.” Timpalnya.
           
Entah kenapa, hari itu panas sekali. Membuat mataku enggan untuk menatap langit. Menunduk kebawah, berlindung dari terik matahari siang itu. Berjalan pulang dengan kawan penuh gurauan. Abang ojek sudah tiba, saatnya aku berpisah dengan teman-teman. Melambaikan tangan, dan mengatakan “Aku duluan yahhh.. J” Sampai di rumah, langsung menyambangi HP. Sukur-sukur ada SMS. Ternyata benar dugaanku, ada SMS masuk. Saatku buka, ternyata SMS dari Sahabatku Indra. Isi pesan itu menanyakan bagaimana aku mengerjakan soal Try Out tadi pagi. Karena dia tahu, kalau aku tidak bisa Fisika.
“Rin, gimana tadi TO-nya?” isi SMS itu.
“Alhamdulillah.. Bisa, yang Biologinya. Yang Fisika, jangan ditanya.” Balasku.
“Hehe~ semangat dong, Rin. Pasti kamu bisa.” Jawabnya.
“Tapi kapan?” sahutku.
“Nggak tahu? Hehe~” imbalnya.
Indra udah aku anggap seperti kakak sendiri buatku. Aku menceritakan seluruh isi hatiku padanya. Mulai dari urusan asmara, pelajaran, sampai lampu mati di rumahku pun, aku ceritakan ke dia. Aku mulai akrab dengannya saat aku dan dia satu pembinaan di sekolah. Setiap pulang sekolah selalu SMS-an dengan dia. Entah kenapa, aku begitu nyaman ketika bercerita dengannya. Sampai suatu ketika, aku bercerita kepadanya tentang orang yang aku suka.
“Aaaaaa.....!!! Pengen teriakkkk..!!!!! Seneng..!! J” sapa pertamaku melalui SMS.
“Kenapa?? J” balasnya.
“Ehhhmm.. Dia SMS lhoo..”
“Siapa??”
“Kamu mau tahu aja apa mau tahu banget?? Hehehe..”
“Mau tahu banget.”
“Anaknya 1 sekolah sama kita. Kelasnya deketan sama kelasku.”
“Vian??”
“Bukan. Tebak lagi.”
“Nyerah deh”
“Wahyu.”
“Hah?? Wahyu?? Anak 9c itu kan?”
“Iya.”
“Ciiieee..”
“Senengg banget, dia SMS.”
“Yaudah, lanjutin dulu SMS-annya.”
Aku pun melanjutkan SMS-an dengan Wahyu. Ya, anak 9c yang masuk dalam nominasi cowok idaman. Tampan, pintar, pokoknya komplit. Aku suka dengannya saat pertama kali ia mengirimiku pesan singkat di bulan puasa. Waktu itu aku tak tahu siapa dia. Kemudian, kami pun terus hubungan lewat HP. Yang akhirnya, aku kepincut sama cowok berkulit putih dan memiliki mata yang indah itu.

*Tobe Continue*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar