Entah siapa yang mulai, entah kapan semuanya dimulai.
Tiba-tiba GALAU ini jadi eksis banget. Penyebab galau bagi masing-masing orang
itu pasti beda. Tapi yang pasti semua orang pernah galau. Dari presiden,
ustadz, kaum alay, sampai tukang becak. Dari yang cantik, sampai yang….ehmm,,
bisa dibilang lekong, dari bayi, sampai nenek-nenek. Dari Sabang sampai
Merauke, bahkan sampai ke seluruh dunia.
Galau ini banyak diartikan sebagai simbol kesedihan.
Padahal, kalau kita selidiki lagi di KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) tidak
ada yang namanya “Galau”. Sedih ya sedih aja, gak ada yang namanya galau. Bagi
remaja, penyebab galau adalah diputusin pacar, cinta bertepuk sebelah tangan,
kalo enggak ya di PHP-in, alias Pemberi Harapan Palsu. Kalau sudah terena 3
faktor diatas, pasti bertindak yang aneh-aneh. Mulai dari masuk kamar lalu
menutup pintu dengan keras, menjatuhkan diri di kasur, nangis, sambil ndengerin
lagu melow.
Lantas, apakah kalau sudah melakukan hal diatas membuat
keadaan membaik?? Apakah semua itu akan mewujudkan cita-citamu untuk bersanding
dengan idamanmu?? Belum tentu kan?? Lalu, kenapa kita sampai menguras air mata
untuk seseorang yang tidak pernah memikirkanmu bahkan memperhatikanmu. Kenapa
kamu rela matamu bengkak demi membuktikan kepadanya kalau kamu sangat tak
sanggup kehilangannya. Apakah dia akan iba lalu ber-Empati denganmu?? Tentu
saja jawabannya “TIDAK”..!! Tak seharusnya kamu melakukan hal itu dan melupakan
kewajibanmu seperti, ibadah, belajar, membantu orang tua, dll.
Jika kita berpikir lebih dalam lagi, sebenarnya apa
sih untungnya galau,,?? Dapatkah kalian menjawabnya?? Kalian pasti baru
memikirkan hal itu sekarang. Sebenarnya, galau itu sama sekali tidak
bermanfaat. Bahkan 0,0000000000001% pun tak ada manfaatnya. Galau hanya
menghipnotis pikiran kita untuk terus memikirkan seseorang yang bahkan tak
sedetik pun memikirkan kita. Sehingga kita dibuat seolah ling-lung dan
melupakan kesenangan di dalam hidup kita. Seseorang yang menghabiskan masa remajanya
hanya untuk menangisi seseorang yang tak pernah memperdulikannya, adalah remaja
yang MERUGI. Karena apa? Masa
remaja adalah masa pencarian jati diri, masa paling indah, dan masa ter-ekstrim.
Kenapa dibilang ekstrim?? Karena, pada masa ini, emosi seseorang kadang
tidak terkontrol. Jika seorang remaja tak dapat mengendalikan emosinya, maka
akan terjerumuslah ia pada jurang permasalahan. Mengapa? Zaman sekarang banyak
remaja yang pensiun dini dari kehidupannya dengan cara bunuh diri. Dan kalau
diselidiki, banyak remaja yang bunuh diri karena DIPUTUSIN PACAR.
Sungguh disayangkan, mereka melewatkan masa depan yang
mungkin lebih baik dan lebih indah dari kehidupannya sekarang. Makanya, jika
tidak mau galau, janganlah terlalu mencintai seseorang. Karena bisa saja ia
menyakitimu. Satu-satunya yang tidak akan menyakitimu ketika kamu mencintai
adalah ALLAH.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar