Kamis, 09 Januari 2014

Jomblo, Kutukan atau Takdir??


Jomblo, Kutukan atau Takdir??
          Jomblo, satu kata, 6 huruf, 1 arti yang ramai dibicarakan orang. Bagi sebagian orang, jomblo adalah sesuatu yang memalukan. Karena anggapan mereka, jomblo itu orang yang tidak memiliki jodoh, orang yang tidak menarik, orang yang tidak laku, atau apalah itu. Tapi untuk seorang Aruni, jomblo itu suatu gelar yang istimewa. Dan hanya orang-orang istimewalah yang menyandang gelar tersebut.
          Bagiku, jomblo itu menyenangkan. Karena apa? Kita gak punya ikatan sama siapapun. Mau ngapain aja, sama siapa aja, dimana aja, kita bebas. Bisa pergi kemanapun kita suka, bisa berteman dengan siapa saja yang kita suka, dan bebas dari segala tekanan. Kita bisa menikmati waktu luang untuk mengembangkan bakat, kumpul bareng temen, nambah ilmu, dll. Coba bayangkan kalau kita punya pacar. Pasti ribet banget! Yang nggak boleh inilah, itulah, nggak boleh sama ini, jangan kesini, ahh ribet!
          Bagi orang yang terlalu lama menjomblo dan tidak betah akan kondisi tersebut, orang itu akan berpikir kalau gelar jomblo yang disandangnya merupakan takdir, bencana, atau bahkan kutukan.
Lalu yang menjadi rumusan masalah ialah “Sebenarnya, apa sih jomblo itu? Dan apa makna dari jomblo?”
Jomblo merupakan serangkaian kata dari huruf J-O-M-B-L-O, yang bermakna sendiri, single, bujang, dan tidak memiliki keterikatan dengan seseorang. Kata jomblo sendiri tidak ada di dalam KBBI.  Kata itu hanyalah kata gaul yang dipakai remaja untuk menjuluki teman atau dirinya sendiri yang tidak memiliki pacar. Sebagian orang mendefinisikan jomblo dalam beberapa jenis, diantaranya : jomblo terhormat, jomblo bahagia, jomblo termanis, dan ada juga jomblo mangkrak.
Sebenarnya, jomblo itu tidak ada jenis dan macamnya. Itu hanyalah embel-embel supaya nasib seorang jomblo terkesan tidak terlalu mengenaskan dan terlihat bahagia. Padahal orang yang memberi embel-embel dalam status jomblonya adalah jomblo yang paling menderita. Karena mereka berusaha menutupi kesedihan dan terhindar dari ejekan.
Dalam perspektif islam, tidak ada yang namanya pacaran. Adanya hanya ta’arufan. Itupun sangat bertolak belakang dengan cara pacaran remaja zaman sekarang. Allah juga berfirman :

 Artinya : Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (Q.S. An-Nisaa : 1)

Dari firman diatas, dapat kita ketahui bahwa berpacaran dapat memutus tali silaturahmi. Karena apa? Jika kita pacaran kemudian putus dan keduanya memiliki dendam satu sama lain, itu akan menyebabkan mereka saling membenci. Tidak mau bertemu, tidak bertegur sapa, bahkan tidak mau menyebut namanya. Inilah yang menjadi awal putusnya tali silaturahmi antara keduanya. Maka dari itu, islam melarang pacaran.
Selain itu pula, jika kita pacaran pasti akan menambah dosa karena sudah bermaksiat. Mengapa? Orang berpacaran pasti melakukan hal yang dilarang agama. Seperti, berpegangan tangan, ciuman, dan hal-hal lain yang lebih mengerikan.

Berikut tips-tips agar kita tidak minder ketika jomblo :
1. Yakinlah bahwa jomblo bukan sebuah bencana, kutukan, atau takdir.
2. Yakinlah bahwa jomblo pasti akan mendapatkan jodoh pada waktunya.
3. Jalanilah hari-harimu dengan menebar senyuman.
4. Percayalah bahwa jomblo membawa keberuntungan.
5. Selalu menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

Demikian bahasan jomblo kali ini. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk semua. Dan semoga kita menjadi pribadi yang tetap unggul meskipun menjomblo. Sekian terimakasih.

1 komentar:

  1. saya juga lg stress krna saya umur 42 thn msh nganggur dan jomblo. dulu thn 2003 saat msh kerja saya sering dimutasi, diremehkan orang krna otak dan tenaga saya payah shg saya mengundurkan diri, nyari kerja lg baru sebentar dipecat krna tdk becus kerja. dulu saya kalau nyari jodoh sering ditolak cewe, diremehkan cewe, dibohongi teman, dimanfaatkan teman, diancam org, dipukul orang saat nyari cewe dll.. akibatnya saya selama 15 thn tiap hari marah marah, berkata kotor, susah tidur, kdng banting barang barang, sering berdoa yg buruk buruk dll. buka usaha kecil kecilan bangkrut, jualan online tdk laku.. apa saya kena gangguan ghaib? dulu kakek dan uwa saya paranormal sakti.. saya sdh 12thn agak rajin ibadah tp nasib tdk berubah..dulu thn 2003 saat merantau ke bdg saya melamar cewe namanya nur (dkt bendungan andiir), tp lamaran saya ditolak, saya sampai skrng blm mampu melupakan dia. yg bikin saya cinta mati dg nur krna dia cantik, pendiam, lugu, rajin sholat, tdk matre, jarang keluyuran, dia juga jadi tulang punggung keluarga krna ortu nya petani miskin. saya mengira nur jodoh saya, krna saya kalau ada di dkt dia hidup saya semangat, hati saya damai, tp ternyata dia cewe yg paling sulit saya dapatkan. kata org semuaa ini sdh kehendak alloh. saya heran kok kehendak alloh jahat begini spt tdk punya belas kasihan.

    BalasHapus