Pintar, kata yang menggambarkan
tentang kecerdasan seseorang dalam menguasai bidang studi atau pun hal lain.
Pintar ini identik dengan kemampuan seseorang yang lebih menonjol dibandingkan dengan
orang lain. Tak sedikit orang yang menganggap dirinya pintar dalam suatu
bidang. Kita ambil contoh yang paling mudah, yaitu guru. Guru adalah seorang
pendidik yang mengajarkan ilmu dalam bidang yang berbeda-beda sesuai dengan
keahliannya masing-masing. Guru yang ahli dalam bidang matematika, pasti akan
mengajar matematika, tidak mungkin kalau mengajar IPS. Begitupun dengan
guru-guru yang lain.
Di
dalam lingkup sekolah, ada banyak sekali materi pelajaran yang harus dikuasai
oleh siswa. Hampir 11 mata pelajaran dijejalkan
kedalam otak murid. Mulai dari pelajaran enteng
sampai pelajaran yang berat semua harus masuk ke otak. Tak jarang guru
mengeluh karena nilai murid yang anjlok. Mereka terkadang jengkel dan sedikit
meluapkan emosi kepada si murid. Masih baik kalau murid tersebut menanggapi
kemarahan gurunya dengan positif dan membuatnya semakin rajin belajar. Yang
buruk, saat murid tersebut malah lebih jengkel dan sebal kepada guru yang
memarahinya dan membuatnya semakin malas untuk mendalami pelajaran tersebut.
Kalau sudah begini siapa yang harus disalahkan? Guru atau kah murid?
Dalam
hal ini tak ada pihak yang salah. Murid dan guru hanya terperangkap dalam
situasi yang kurang baik dan dibarengi dengan emosi yang tidak stabil. Itulah yang
membuat kedua pihak saling “berseteru batin” satu sama lain. Keadaan seperti
ini tidak baik jika terus dibiarkan. Karena dapat membuat murid lebih malas
belajar dan guru pun malas untuk mengajar karena muridnya selalu tidak
mengerti. Maka sebaiknya permasalahan tersebut dibicarakan dengan baik. Duduk
dengan tenang dan saling mengutarakan pikiran yang selama ini menjadi beban. Insyaallah dengan begitu komunikasi
antara guru dan murid akan lebih terjaga.
Disamping itu, kadang terlintas dalam
pikiran kita sebenarnya siapa sih yang pintar? Guru atau murid? Pasti banyak
diantara kita akan memilih guru lah yang lebih pintar dari murid. Tentu, karena
guru yang mengajarkan kita berbagai hal. Dari yang tidak tahu menjadi tahu.
Dari yang tidak bisa menjadi bisa. Namun, pernahkah kita memikirkan bahwa guru hanya
mengajarkan 1 materi yang ia kuasai dan belum tentu menguasai materi yang
lain. Sedangkan murid mampu memasukkan
beberapa materi kedalam otaknya. Walau tak semua materi bisa dihafal. Tapi,
bagaimana dengan anak yang menjadi juara kelas? Bukankah nilai anak tersebut
lebih tinggi dibanding anak-anak lain? Dan bukankah itu berarti kalau anak
tersebut manguasai dengan baik materi yang disampaikan guru? Kalau sudah
tercetus realita seacam itu, akan terulang pula pertanyaan ini “Guru, murid.
Siapakah yang Lebih Pintar?” Jawaban itu tergantung pada diri kita
masing-masing, bagaimana menanggapi akan hal tersebut. Jadi, semua jawaban
tergantung pada penglihatan kita.
NB : tulisan ini tidak bermaksud
untuk menyinggung atau memihak pada siapun. Ini hanyalah karangan yang dibuat
oleh saya (pelajar) yang memiliki pertanyaan sangat luas tentang dunia
pendidikan. Jadi, saya mohon untuk menanggapi tulisan ini dengan positif.
Terima kasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar